Jumat, 11 Oktober 2013

tata cahaya buatan




elektrikal adalah suatu kelengkapan fasilitas bangunan yang digunakan untuk menunjang tercapainya unsur-unsur kenyamanan, kesehatan ,keselamatan, kemudahan dan komunikasi serta mobilitas dalam bangunan.
            Perancangan bangunan harus selalu memperhatikan dan menyertakan fasilitas elektrikal yang dikoordinasikan dengan perencanaan yang lain, seperti perancangan  arsitektur, perancangan struktur, perancangan interior dan perancangan lainnya.
            Perancangan Elektrikal terdiri dari :
1.      Perancangan Telepon
2.      Perancangan tata suara
3.      Perancangan Penerangan/Pencahayaan
4.      Perancangan CCTV dan sirkuit sistem
3.2 Instalasi Listrik dan Tata Cahaya  Buatan dengan Pengertiannya
3.2.1 Pengetahuan Instalasi Listrik
            Listrik merupakan proses mengalirnya arus dari tegangan tinggi ke tegangan rendah. Proses dapat diakibatkan dari tegangan / akibat pana,akibat kimia, dan juga akibat mekanis. Berdasarkan jenis-jenis listrik terbagi menjadi arus searah, arus bolak-balik dan arus tiga fase.
3.2.2 Bagian Instalasi Listrik
            Bagian – bagian instalasi listrik
1.      Kabel hantaran
Penentuan kabel hantaran ditentukan dari besaran arus yang akan digunakan
2.      Sekering
Sekering merupakan pemutus hubungan arus jika arus pada bangunan melebihi kapasitasnya
3.      Pembumian (Pentanahan)
Dengan pembumian (hubungan ke tanah) pada instalasi bangunan dimaksudkan untuk keamanan. Pembumian dilarang melewati sebuah sekering, sakelar yang dapat memutuskan arus listrik.
4.      Meter Listrik
Meter Listrik digunakan untuk mengatur pemakaian listrik KWH yang akan diberikan oleh PLN kepada industri/pemakai dan kepada pemakai rumah tangga.
3.3 Tata Cahaya Buatan
Makna pencahayaan buatan bukanlah sekadar menyediakan lampu dari terangnya, tetapi lebih untuk bentuk suasana. Jadi pencahaayn bukan hanya masalah praktis , tetapi juga estetis.  Pencahayaan buatan diperlukan karena kita tidak dapat sepenuhnya tergantung pada ketersediaan pencahayaan alami .
3.3.1 Dasar-dasar Penerangan
            Cahaya adalah suatu bentuk energi , radiasi dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang mempunyai kecepatan 300.000km/detik. Dari sekian banyak gelombang elektromagnetik , hanya berada pada entang frekuensi tertentu saja berupa cahaya yang kasat mata, sedangkan isanya merupakan cahaya tidak dapat terlihat oleh mata manusia.





 Gambar3  Pembagian gelombang elektro magnetik
Sumber :  Diktat Kuliah Sains bangunan  2

 
 




Warna yang terlihat pada benda-benda merupakan perwujudan dari sinar yang dapat terlihat oleh mata manusia, yang mempunyai panjang gelombang antara 380 – 770 milimikron.

3.3.2 Istilah-istilah dan pengertian dalam pencahayaan buatan
1. Intensitas Cahaya
Intensitas cahaya adalah kuat cahaya sumber cahaya dan diukur dengan candela oada sistem internasional. Sistem International. Jika sebuah sumber cahaya yang mempunyai intensitas cahaya 1 candela diletakkan dititik pusat dengan jari-jari 1 m, maka ‘arus cahaya’ yang datang pada 1 m2 permukaan bola dalam kulit bola tersebut adalah 1 lumen.
1.                  Cahaya Buatan
Cahaya buatan adalah segala bentuk cahaya yang bersumber dari alat yang diciptakan  oleh manusia , seperti lampu , minyak tanah dan obor.
2.                  Kontras
Kontras adalah perbedaan antara luminan (kecerahan, brightness) benda yang kita lihat dan luminan permukaan di sekitarnya.

3.3.3 Sistem pencahayaan
            Dari segi pengarahan cahaya dikenal istilah pencahaayan langsung , yaitu :
a.      pencahayaan dengan mengarahkan sinar langsung ke bidang kerja atau objek. Dan pencahayaan tidak langsung , yaitu pencahayaan dngan cara memantulkan sinar terlebih dahulu .
b.      pencahayaan tak langsung sangat baur sehingga menimbulkan suasana lembut.
c.       pencahayaan merata untuk seluruh ruangan dan dimaksudkan untuk memberikan terang merata.
d.      pencahayaan kerja, yaitu pencahayaan fungsional untuk kerja visual tertentu , biasanya disesuaikan dengan standar  kebutuhan penerangan bagi suatu jenis pekerjaan.

            Setiap lampu dibuat dengan tujuan tertentu dan mempunyai arah yang disesuaikan dengan tujuannya. Beberapa istilah lampu sesuai dengan arah dan luas sinarnya adalah :
1.      Penyinar atas (up-lighter) , yaitu lampu yang menyorot ke atas








Gambar 4 penyinaran uplighter
Sumber :  Diktat Kuliah Sains bangunan  1

 
 





2.      Penyinaran bawah (down-lighter), yaitu lampu yang menyorot ke bawah





Gambar 5 penyinaran downlight
Sumber :  Diktat Kuliah Sains bangunan  1

 
 


3.      Penyorot sempit (spot light), yaitu lampu dengan sudut sinar <30o





 Gambar 6 penyinaran spot light
Sumber :  Diktat Kuliah Sains bangunan  1

 
 


4.      Penyuorot Lebar (flood light), yaitu lampu dengan sudut sinar >30o








Gambar  7 penyinaran floodlight
Sumber :  Diktat Kuliah Sains bangunan  1

 
 











5.      Penyiram dinding (wall-wash light), yaitu lampu untuk menyiram bidang vertikal dengan cahaya.






Gambar 8 penyinaran wall-wash light
Sumber :  Diktat Kuliah Sains bangunan  1

 
 
3.3.4 Jenis – Jenis Lampu
            Jenis lampu pada umumnya dapat digolongkan menjadi tiga jenis :


Gambar 9 pengelompokan jenis lampu
Sumber :  Diktat Kuliah Sains bangunan  2

 
 






                                                                                                                      

a.      Lampu pijar (incasdescent)
                   Lampu pijar mempunyai efikasi (lumen/watt) yang rendah, sehingga biaya menjadi tinggi. Namun dari segi arsitektural, lampu pijar dapat menonjolkan unsur dekoratif sehingga sering digunakan sebagai lampu sorot.  Lampu pijar mempunyai banyak ragam antara lain : lampu pijar standar, lampu halogen.









Gambar 10 lampu pijar
Sumber :  Diktat Kuliah Sains bangunan 1

 
 








b.      Lampu fluorescent
Lecutan listrik didalam lampu menghasilkan cahaya dan cahaya yang dihasilkan di pendarkan bubuk fosfor yang melapisi bagian dalam tabung lampu. Efikasi lampu fluorescent 2- 3 kali lebih baik dari lampu pijar.


 







c.       Lampu HID (High- Intensity Discharge Lamps)
             Lampu merkuri menghasilkan cahaya dari lecutan listrik dalam tabung kaca atau kuarsa berisi uap merkuri bertekanan tinggi.


 





                                                                                                                                            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar